Isle of Man merupakan sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dan terletak di antara 4 negara, yaitu Inggris, Irlandia, Skotlandia, serta Wales. Meskipun berada di antara negara-negara tersebut, Isle of Man tidak termasuk dalam United Kingdom, namun masih berada dalam tanggung jawab Inggris, sehingga pemerintahan Isle of Man berada dalam pengawasan Inggris (Crown Dependency).
Inggris merupakan salah satu negara yang memiliki budaya otomotif tertua di dunia, salah satunya melalui balapan yang biasa digelar di tempat-tempat seperti Donington Park, Silverstone, serta Goodwood. Semua tempat tersebut merupakan sirkuit yang berdiri sendiri, karena Inggris tidak menyetujui jalanan publik ditutup untuk dijadikan sirkuit (road race, sirkuit yang menggunakan jalanan umum), meskipun pihak penyelenggara adalah pihak yang memiliki kemampuan dan hak untuk menyelenggarakan balapan secara legal dan aman. Oleh karena itu, pada tahun 1903, Julian Orde sebagai Sekretaris Ikatan Motor Inggris dan Irlandia memiliki ide untuk mengadakan road race di luar Inggris, namun tidak jauh, sehingga Orde 'merayu' pemerintah Manx (Isle of Man) untuk membuat peraturan yang memperbolehkan agar jalanan publik dapat ditutup untuk keperluan road race. Isle of Man pada kemudian hari dijuluki sebagai Road Racing Capital of the World.
Baca Juga: Cooper’s Hill Cheese-Rolling and Wake
Isle of Man Tourist Trophy diadakan setiap bulan Mei dan Juni di jalanan umum Isle of Man. Jalanan publik ini kemudian ditutup untuk dijadikan sirkuit dengan layout panjang per lap 60.7 km, memiliki 200 belokan, serta ketinggian yang berbeda-beda (dari 1 m hingga 396 m di atas permukaan laut). Layout sirkuit ini jauh lebih luas apabila dibandingkan dengan sirkuit Mandalika yang hanya memiliki panjang per lap 4.3 km dan 17 belokan. Oleh karena itu, para pembalap yang akan mengikuti TT biasanya membutuhkan waktu sedikitnya 3 tahun untuk menghafalkan layout sirkuit Isle of Man, berbeda jauh dengan sirkuit pada umumnya yang biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk menghafal dan berlatih.
Kondisi jalanan di Isle of Man sebetulnya tidak bersahabat untuk digunakan balapan, karena aspalnya tidak rata dan kasar, banyak pohon dan tembok, blindspot di belokan, lebar jalan yang tidak begitu memadai, masih ada marka jalan yang membuat ban licin, dan semua itu digabungkan dengan sepeda motor yang digunakan untuk balapan di TT dengan spesifikasi 600-1000 cc 4 (terkadang 2) silinder yang dapat menghasilkan tenaga 120 hingga di atas 200 hp, sehingga kecepatan rata-rata pembalap di TT bisa mencapai 236 kpj. Sebagai perbandingan, rata-rata motor di Indonesia yang berkubikasi 125-150 cc 1 silinder memiliki tenaga 10-15 hp. Sekarang coba bayangkan kalian menggunakan sepeda motor kalian untuk ngebut sampai 80 kpj di aspal yang bergelombang di jalanan yang lebarnya hanya selebar jalan komplek, mengerikan bukan? Apalagi kalau menggunakan motor yang digunakan untuk balapan di TT, sehingga seringkali pembalap-pembalap tersebut 'terbang' ketika balapan. Nah, hal ini yang membuat Isle of Man TT menjadi balapan yang paling berbahaya di dunia, karena di samping kondisi jalan tadi, dalam balapan ini setidaknya tercatat sudah ada 252 korban meninggal dunia.
Meskipun resiko kecelakaan tinggi dan kemungkinan untuk masuk podium kecil, mungkin kita akan berpikir untuk apa sebetulnya ikut balapan ini? Para pembalap yang ikut dalam balapan ini mengaku bahwa mereka bukan mengejar hadiah atau masuk podium, mereka mengikuti balapan ini karena kecintaan dan passion mereka terhadap olahraga motorsports. Ada pula yang mengatakan slogan mereka adalah ride like hell to go to heaven (menyetir dengan gila -hell- untuk masuk surga).
Banyaknya korban meninggal dan tingginya resiko kecelakaan di Isle of Man TT membuat petugas medis harus siap siaga. Permasalahannya, layout sirkuit TT sangat panjang dan tidak ada yang tahu dimana pembalap akan kecelakaan. Menggunakan ambulans? Terlalu lambat dan tidak bisa selalu stand by. Menggunakan helikopter? Tidak bisa mendarat di semua tempat karena jalanan Isle of Man sempit dan seringkali tertutup pepohonan yang membuat helikopter sulit untuk mendarat. Lalu menggunakan apa? Disini lah uniknya Isle of Man TT. Petugas medis yang menjadi fast response team adalah para mantan pembalap TT yang dilatih untuk tugas medis. Jadi, para petugas medis akan menggunakan motor kencang yang sudah dilengkapi dengan alat-alat keperluan medis, kemudian menunggu di belakang pembalap sebelum start. Setelah pembalap pergi, beberapa detik kemudian petugas medis akan mengikuti motor pembalap tersebut dengan kecepatan yang tidak jauh berbeda agar dapat segera menangani pembalap apabila terjadi kecelakaan, kemudian akan memanggil bantuan tim medis lain apabila dibutuhkan.
Pengunjung Isle of Man TT tidak dikenakan biaya sama sekali untuk menonton dan dapat dengan bebas memilih spot. Pada sirkuit umumnya, jarak antara tribun penonton dengan lintasan bisa sampai 200 m dan itu pun diberi pengaman berupa pagar tinggi. Akan tetapi, dalam Isle of Man TT kita bisa duduk persis di sebelah lintasan dan tanpa pagar, sehingga kita bisa merasakan sensasi benda kencang datang ke arah kita dalam kecepatan hingga 330 kpj dengan jarak kurang lebih 1 m dari badan kita. Tentunya, harus hati-hati juga karena resiko kecelakaan tinggi.
Baca Juga: Asal Muasal Nama Negara Inggris atau England
Setelah membaca tulisan di atas, apakah ada pembaca yang tertarik untuk menonton Isle of Man TT? Kami tidak menyarankan pembaca untuk ikut balapan TT karena resiko kecelakaan sangat tinggi. Namun, kami juga tidak akan membatasi keinginan pembaca, oleh karena itu sebelum menonton atau bahkan ikut balapan, ada baiknya kita belajar bahasa Inggris terlebih dahulu, karena para penduduk serta penonton di Isle of Man menggunakan bahasa Inggris, jadi ada bagusnya untuk ikut les bahasa inggris disini.
Penulis: Daffa Ramadhan
Comentários